Jumat, 07 Agustus 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga emas naik lagi ke US$ 2.041 per ons troi di pasar spot

Posted: 05 Aug 2020 07:33 PM PDT



PT KP PRESS - Harga emas masih naik pagi ini. Mengutip Bloomberg pada Kamis (6/8) pukul 09.00 WIB, harga emas di pasar spot ada di level US$ 2.041,58 per ons troi alias naik 0,17%. Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 naik 0,32% ke level US$ 2.055,80 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas meroket ke rekor tertinggi akibat pelemahan dolar, stimulus global yang terus mengalir, serta pandemi virus corona yang masih menyebar. Harga emas telah naik sekitar 35% tahun ini dan menjadi salah satu aset investasi dengan kenaikan terbaik.

PT KONTAK PERKASA - Para investor khawatir stimulus ekonomi yang menjadi respons pandemi akan memicu inflasi, menurunkan nilai aset, serta menekan yield obligasi ke rekor terendah. Hal ini turut menaikkan daya tarik emas. "Ada tingkat ketakutan di pasar yang hampir tak terlihat," kata Ross Norman, analis independen kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Norman mengatakan bahwa momentum masih tinggi akibat kekhawatiran kegagalan ekonomi makro untuk menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Source : kontan.co.id

Kamis, 06 Agustus 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak ditutup menguat, Brent kembali ke level tertinggi sejak Maret 2020

Posted: 04 Aug 2020 06:35 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak mentah acuan berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8). Bahkan, harga minyak jenis Brent kembali ke level tertingginya sejak bulan Maret 2020. Sentimen  utama bagai pergerakan si hitam datang dari harapan adanya stimulus baru dari pemerintah Amerika Serikat (AS) guna mengerek ekonomi yang terdampak pandemi virus corona. Kemarin, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Oktober 2020 di ICE Futures naik 28 sen, atau 0,6%, menjadi US$ 44,43 per barel. Ini jadi penutupan tertinggi sejak 6 Maret. 

KONTAK PERKASA FUTURES - Setali tiga uang, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melesat naik 69 sen, atau 1,7% ke US$ 41,70 per barel. Ini juga menjadi level tertinggi sejak 21 Juli. Sebelumnya pada hari itu, baik Brent dan WTI diperdagangkan pada level tertinggi sejak awal Maret. Pergerakan harga itu terjadi menjelang rilis laporan industri dari American Petroleum Institute yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS pekan lalu. "Harga minyak berubah positif karena harapan stimulus dan setelah putaran positif data ekonomi menunjukkan pemulihan manufaktur berlanjut pada Juni," Edward Moya, Senior Market Analyst OANDA di New York. Hal ini merujuk data manufaktur yang lebih baik dari yang diharapkan di Asia, Eropa dan AS.

PT KONTAK PERKASA - Negosiasi antara Demokrat kongres dan Gedung Putih pada putaran baru stimulus virus corona telah mulai bergerak ke arah yang benar, meskipun kedua belah pihak tetap berjauhan, kata salah satu pejabat dari Partai Demokrat dari Senat AS Selasa. Kasus-kasus baru virus korona AS di Negeri Paman Sam juga mulai turun di bawah 50.000 selama akhir pekan untuk pertama kalinya sejak awal Juli. Meskipun harga menguat, para pedagang mengatakan minyak mentah tetap di bawah tekanan karena kekhawatiran gelombang baru infeksi Covid-19 di tempat lain di dunia yang akan menghambat pemulihan permintaan seperti produsen utama meningkatkan produksi.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, meningkatkan produksi bulan ini sekitar 1,5 juta barel per hari. Produsen AS juga berencana untuk memulai kembali produksi yang ditutup. Di Eropa dan Asia, sementara itu, kekhawatiran berkembang bahwa coronavirus mungkin menyebar dalam gelombang kedua global, kata Paola Rodriguez Masiu dari Rystad Energy.

Source : kontan.co.id    

Rabu, 05 Agustus 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Jelang sore kemarin, harga emas spot masih melandai di US$ 1.973,17 per ons troi

Posted: 03 Aug 2020 06:44 PM PDT


PT KP PRESS - Harga emas spot melandai. Setelah sempat perkasa di awal perdagangan pekan ini, harga emas spot pukul 16:13 WIB turun 0,14% ke US$ 1.973,17 per ons troi dibandingkan penutupan sebelumnya. "Meski emas sudah naik sekitar 30% di tahun ini, kami percaya masih ada banyak sisi positif dalam reli harga emas ini," kata analis ANZ dalam memonya kepada Reuters

KONTAK PERKASA FUTURES - Lebih lanjut, harga emas disebut memiliki latar belakang yang tetap kondusif. "Dengan dukungan yang tak tergoyahkan dari bank sentral, kemungkinan akan melihat kebijakan pelonggaran moneter tetap di banyak negara untuk masa mendatang, ini akan menjaga hasil obligasi rendah dan meningkatkan ekspektasi inflasi dan berpotensi menjaga dolar AS lemah," jelas ANZ. 

PT KONTAK PERKASA - Hal tersebut pun langsung memoles pesona emas di tahun ini. Bahkan, ANZ menargetkan harga si kuning bisa mencapai US$ 2.300 per ons troi dalam 12 bulan mendatang. Pesona emas juga didukung lonjakan kasus virus corona yang kembali merebak di sejumlah negara. Contohnya di AS, Brasil hingga Australia.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Di AS sendiri, virus corona telah menginfeksi 4,6 juta orang dan lebih dari 17,96 juta di seluruh dunia. AS pun menyebut, sedang dalam fase baru dalam wabah virus corona dengan penyebaran yang luar biasa luas di kawasan pedesaan maupun kota.

Source : kontan.co.id

Selasa, 04 Agustus 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Tak kuat menanjak, harga emas spot kembali turun di US$ 1.972,61 per ons troi

Posted: 03 Aug 2020 01:34 AM PDT


PT KP PRESS - Harga emas spot melandai. Setelah sempat perkasa di awal perdagangan pekan ini, harga emas spot pukul 14:15 WIB turun 0,16% ke US$ 1.972,61 per ons troi dibandingkan penutupan sebelumnya. "Meski emas sudah naik sekitar 30% di tahun ini, kami percaya masih ada banyak sisi positif dalam reli harga emas ini," kata analis ANZ dalam memonya kepada Reuters

KONTAK PERKASA FUTURES - Lebih lanjut, harga emas disebut memiliki latar belakang yang tetap kondusif. "Dengan dukungan yang tak tergoyahkan dari bank sentral, kemungkinan akan melihat kebijakan pelonggaran moneter tetap di banyak negara untuk masa mendatang, ini akan menjaga hasil obligasi rendah dan meningkatkan ekspektasi inflasi dan berpotensi menjaga dolar AS lemah," jelas ANZ. 

PT KONTAK PERKASA - Hal tersebut pun langsung memoles pesona emas di tahun ini. Bahkan, ANZ menargetkan harga si kuning bisa mencapai US$ 2.300 per ons troi dalam 12 bulan mendatang. Pesona emas juga didukung lonjakan kasus virus corona yang kembali merebak di sejumlah negara. Contohnya di AS, Brasil hingga Australia. Di AS sendiri, virus corona telah menginfeksi 4,6 juta orang dan lebih dari 17,96 juta di seluruh dunia. 

PT KONTAK PERKASA FUTURES - AS pun menyebut, sedang dalam fase baru dalam wabah virus corona dengan penyebaran yang luar biasa luas di kawasan pedesaan maupun kota.

Source : kontan.co.id

Selasa, 28 Juli 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga emas melanjutkan rally, terdorong kekhawatiran perlambatan ekonomi global

Posted: 26 Jul 2020 06:24 PM PDT


PT KP PRESS - Harga emas terus melanjutkan rally dan kembali mencetak rekornya pada Senin (27/7). Pukul 07.10 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2020 di Commodity Exchange ada di US$ 1.938,90 per ons troi, naik 0,71% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.925,20 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip Bloomberg, kenaikan harga emas didorong oleh pelemahan dolar dan kekhawatiran ekonomi global yang mendorong permintaan aset safe haven. Dolar AS melemah di tengah pertaruhan bahwa Federal Reserve akan menjaga kebijakan moneter yang akomodatif dalam pertemuan pekan ini. 

PT KONTAK PERKASA - Selain itu, kenaikan harga emas juga didorong oleh ketegangan geopolitik antara AS dan China yang terus meningkat. "Kekhawatiran perlambatan ekonomi global karena perseteruan AS-China mungkin akan menyebabkan pemerintah dan bank sentral berbagai negara dunia memperpanjang stimulus," kata Tai Wong, head of base and precious metals derivative trading BMO kepada Reuters.
 
PT KONTAK PERKASA FUTURES - China menyerukan agar AS untuk menutup konsulat di Chengdu. Ini adalah balasan setelah AS menyerukan agar China menutup konsulat di Houston.

Source : kontan.co.id

Sabtu, 25 Juli 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Kenaikan harga minyak masih tertahan corona dan konflik geopolitik

Posted: 23 Jul 2020 06:40 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak menguat tipis di awal perdagangan hari ini setelah kemarin tergelincir. Jumat (24/7) pukul 7.31 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 41,12 per barel, naik 0,13% dari harga penutupan kemarin. Harga minyak WTI kemarin merosot 1,98% dari harga US$ 41,90 per barel. Dalam sepekan terakhir, harga minyak WTI tercatat naik 0,91%.

KONTAK PERKASA FUTURES - Sejalan, harga minyak Brent pun masih menguat 0,51% dalam sepekan terakhir. Harga minyak Brent untuk pengiriman September 2020 di ICE Futures pagi ini berada di US$ 43,36 per barel, menguat 0,11% dari harga kemarin yang tergerus 2,21%. Sejumlah katalis negatif menjadi menyebabkan harga minyak sulit naik dari sekitar level saat ini. Kongres Amerika Serikat (AS) masih membahas kesepakatan stimulus. Pembahasan yang dimulai awal pekan ini belum juga membuahkan hasil.

PT KONTAK PERKASA - Apalagi, data terbaru Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran AS masih tinggi dengan klaim pengangguran yang meningkat pada pekan lalu. Ini adalah peningkatan klaim tunjangan pengangguran pertama dalam hampir empat bulan terakhir. Pada Kamis (23/7), kasus virus corona di AS mendekati 4 juta kasus. "Tren kasus corona kemungkinan akan menghasilkan revisi prediksi pertumbuhan permintaan minyak dari pengamat dalam waktu dekat, termasuk kami, terutama untuk kuartal keempat," kata Bjonar Tonhaugen, head of markets Rystad Energy kepada Reuters.
 
PT KONTAK PERKASA FUTURES - Permintaan minyak pun bisa tertekan dengan kenaikan tensi geopolitik AS-China. AS memberi waktu 72 jam bagi China untuk menutup konsulat di Houston dengan tuduhan mata-mata. Sementara Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan bahwa langkah AS merusak hubungan dan China akan membalas.

Source : kontan.co.id

Jumat, 24 Juli 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak mentah menguat tipis di tengah sejumlah sentimen negatif

Posted: 22 Jul 2020 08:34 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak mentah berhasil menguat pada perdagangan hari ini. Namun, penguatan harga emas hitam ini dibatasi oleh kenaikan mengejutkan dalam cadangan minyak mentah Amerika Serikat (AS).  Kamis (23/7) pukul 09.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman September 2020 di ICE Futures naik 2 sen atau 0,1% menjadi US$ 44,31 per barel. Setali tiga uang, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman September juga naik 6 sen atau 0,1% ke US$ 41,96 per barel. 

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga di hari ini telah menandai kenaikan mingguan pertama sejak mencapai level tertinggi empat bulan pada awal minggu ini. Keperkasaan harga minyak mentah acuan ini datang di tengah berita harapan tentang vaksin virus corona. Namun, keuntungan minyak lebih sempit setelah Energy Information Administration (EIA) merilis data tentang persediaan minyak mentah dan sulingan AS yang naik secara tak terduga. Selain itu, data yang dirilis Rabu (22/7) itu juga memperlihatkan bahwa permintaan bahan bakar tergelincir di akhir pekan lalu karena lonjakan virus corona di Negeri Paman Sam. 

PT KONTAK PERKASA - "Biasanya persediaan bahan bakar akan sangat berkurang, tetapi lonjakan jumlah kasus Covid-19 telah menghalangi pemulihan," kata ANZ, merujuk pada permintaan yang biasa mencapai puncak di musim mengemudi pada musim panas di AS.  Data EIA memperlihatkan, persediaan minyak mentah naik 4,9 juta barel pada pekan yang berakhir 17 Juli menjadi 536,6 juta barel. Padahal jajak pendapat Reuters  memperlihatkan ekspektasi penurunan 2,1 juta barel. Selain itu, produksi minyak mentah AS juga naik menjadi 11,1 juta barel per hari, naik 100.000 barel per hari.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Berdasarkan perhitungan Reuters, AS melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat Covid-19 pada hari Selasa, ini adalah kali pertama sejak 10 Juni, negara tersebut telah mencetak rekor baru yang lebih suram. Presiden Donald Trump pun menyerah dan mengatakan bahwa wabah virus corona mungkin akan memburuk sebelum membaik. Ini menjadi sebuah pergeseran dari penekanan sebelumnya yang kuat pada pembukaan kembali ekonomi.

Pertikaian baru antara Washington dan Beijing juga semakin menekan pergerakan harga minyak. Ini terjadi setelah Negeri Paman Sam memberi waktu 72 jam kepada China untuk menutup konsulatnya di Houston. Hal tersebut dilakukan di tengah tuduhan mata-mata, menandai penurunan dramatis dalam hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Data ekonomi dari Jepang, konsumen minyak terbesar keempat di dunia, juga menekan harga. Aktivitas pabrik dikontrak untuk bulan ke 15 berturut-turut pada bulan Juli, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi yang lebih rendah karena pandemi ini meluas ke kuartal ketiga.
Pasar minyak kemungkinan akan mengambil arah dari data kepercayaan konsumen yang diharapkan dari Eropa di kemudian hari.

Source : kontan.co.id

Kamis, 23 Juli 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak mentah koreksi 0,8% setelah persediaan minyak AS membengkak

Posted: 21 Jul 2020 09:23 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak kembali melemah setelah data industri menunjukkan persediaan minyak Amerika Serikat lebih besar dari pada yang diperkirakan pada pekan lalu. Hal ini semakin menekan pergerakan emas hitam yang sudah mendapat paparan negatif dari lonjakan kasus virus corona yang berpotensi mengurangi permintaan dari konsumen minyak terbesar di dunia itu. Rabu (22/7) pukul 09.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman September 2020 turun 32 sen, atau 0,7% menjadi US$ 44 per barel. 

KONTAK PERKASA FUTURES - Setali tiga uang, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman September 2020 pun melemah 33 sen atau 0,8% ke level US$ 41,59 per barel. Padahal, kedua harga minyak mentah acuan ini naik sekitar US$ 1 di sesi sebelumnya dan mencapai tertinggi sejak 6 Maret 2020.
Laporan dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menyebutkan, persediaan minyak mentah Negeri Paman Sam naik sebesar 7,5 juta barel di pekan lalu. Padahal hasil survei Reuters memperkirakan, adanya penurunan persediaan minyak hingga 2,1 juta barel di pekan yang berakhir 17 Juli tersebut. 

PT KONTAK PERKASA - Tekanan bagi harga minyak bertambah setelah dalam briefing pertamanya dalam beberapa bulan yang berfokus pada pandemi, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa wabah itu mungkin akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, salah satu pengakuannya yang terbaru tentang penyebaran masalah ini. "Rally minyak mentah menghantam dinding tebal setelah laporan API menunjukkan kenaikan tajam dalam stok dan pada peringatan Presiden Trump bahwa pandemi virus coorna di AS kemungkinan akan memburuk," kata Edward Moya, Senior Market Analyst OANDA di New York. Sementara itu, laporan resmi dari pemerintah yang dikeluarkan Energy Information Administration (EIA) baru akan dirilis hari ini, waktu setempat. 

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Data ekonomi dari Jepang, konsumen minyak terbesar keempat di dunia, juga menekan harga. Aktivitas pabrik yang dikontrak selama 15 bulan berturut-turut pada bulan Juli, menunjukkan aktivitas ekonomi yang lebih rendah karena pandemi ini meluas ke kuartal ketiga. Sebelumnya, harga minyak mendapat angin segar dan menguat di tengah optimisme untuk vaksin Covid-19 dan setelah Uni Eropa sepakat memberikan stimulus € 750 miliar setara US$ 859 miliar untuk menopang ekonomi yang terdampak virus corona. Namun, Stephen Innes, Chief Global Markets Strategist AxiCorp bilang, efek stimulus tersebut pada harga minyak tidak akan langsung terasa karena mungkin butuh berbulan-bulan untuk mulai mengalir dan dampaknya baru terlihat bertahun-tahun ke depan. 

Ada juga tanda-tanda bahwa Irak, produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), masih belum memenuhi targetnya berdasarkan kesepakatan pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC. Ekspor Irak Selatan dalam 20 hari pertama bulan Juli rata-rata 2,70 juta barel per hari, menurut data dari Refinitiv Eikon dan dua sumber industri, sama dengan data resmi untuk ekspor di semua Juni.

Source : kontan.co.id

Rabu, 22 Juli 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak jenis Brent capai US$ 43,49 per barel berkat potensi vaksin Covid-19

Posted: 21 Jul 2020 12:46 AM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak mentah menguat pada perdagangan hari ini karena berita positif pada uji coba vaksin virus corona. Namun, harga emas hitam ini masih bergerak dalam rentang sempit di tengah kekhawatiran bahwa penutupan baru dapat menggagalkan pemulihan permintaan bahan bakar. Selasa (21/7) pukul 14.00 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman September 2020 naik 21 sen atau 0,5% menjadi US$ 43,49 per barel. 

KONTAK PERKASA FUTURES - Setali tiga uang, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Agustus berhasil menguat 11 sen menjadi US$ 40,92 per barel. Penguatan harga minyak di perdagangan kali ini karena didukung oleh perkembangan vaksin virus corona yang menjanjikan. Memang sejumlah perusahaan farmasi dan lembaga medis bergegas mencari cara untuk mengatasi krisis kesehatan terburuk dunia dalam satu abad.

PT KONTAK PERKASA - Di China, sejumlah bioskop dibuka kembali pada hari Senin setelah ditutup enam bulan. Hal ini meningkatkan harapan pemulihan dari pandemi di ekonomi terbesar kedua di dunia, di mana wabah Covid-19 pertama dimulai. Namun, para analis memperingatkan tentang sifat rapuh dari pasar minyak. "Meskipun tenang, pasar minyak juga tetap dalam tingkat tertekan, dengan China mengimpor lebih banyak minyak mentah daripada yang bisa diproses oleh kilang," kata Eurasiagroup dalam sebuah catatan.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Sementara itu, negara-negara dari Amerika Serikat hingga India memposting rekor jumlah infeksi, sementara beberapa negara seperti Spanyol dan Australia berjuang melawan wabah baru. Menurut perhitungan Reuters, lebih dari 14,6 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona secara global dan 606.979 telah meninggal. Data awal dari uji coba vaksin Covid-19 yang dirilis pada hari Senin, meningkatkan kepercayaan diri bahwa suatu vaksin dapat dibuat meskipun terobosan apa pun akan membutuhkan waktu untuk mencapai miliaran orang yang dibutuhkan.

Dalam kesepakatan energi besar pertama sejak virus corona menghancurkan permintaan bahan bakar, Chevron Corp mengatakan akan membeli produsen minyak dan gas Noble Energy Inc untuk sekitar US$ 5 miliar dalam stok.

Source : kontan.co.id

Selasa, 21 Juli 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga emas turun tipis dihadang penguatan indeks dolar AS

Posted: 19 Jul 2020 09:09 PM PDT


PT KP PRESS - Harga emas turun tipis di perdagangan awal pekan ini karena indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Tetapi kekhawatiran tentang lonjakan kasus harian virus corona dan dampaknya terhadap ekonomi global membuat aset safe haven seperti emas masih berada di level psikologis di US$ 1.800 per ons troi.  Mengutip Reuters, Senin (20/7) pukul 10.20 WIB, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 1.807,55 per ons troi. Serupa, harga emas berjangka juga melemah tipis 0,1% menjadi US$ 1.808,30 per ons troi. 

KONTAK PERKASA FUTURES - "Ada indikasi teknis bahwa indeks dolar AS menguat dan itu mungkin mengapa kita melihat pedagang di pasar emas membuka harga seperti saat ini," kata Michael McCarthy, Kepala Strategi CMC Markets.  "Tidak ada keraguan bahwa kita berada dalam up trend jangka menengah untuk emas. Tampaknya ada segmen investasi komunitas yang tetap tidak yakin tentang pemulihan dan mereka membeli emas," lanjut McCarthy.

PT KONTAK PERKASA - Asal tahu saja, hari ini, indeks dolar AS terlihat naik 0,2% terhadap para pesaingnya. Hal ini membuat harga emas lebih mahal untuk pemegang mata uang lainnya. Padahal, di saat uang sama, lonjakan kasus virus corona di Negeri Paman Sam yang terus melonjak menambah kekhawatiran atas pemulihan ekonomi global dari dampak pandemi. Menurut perhitungan Reuters, sudah lebih dari 14 juta orang terinfeksi di seluruh dunia. Menggarisbawahi dampak virus corona, ekspor Jepang jatuh 26,2% seara tahunan pada bulan Juni lalu. Berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang, ini adalah bulan keempat secara beturut-turut, ekspor Jepang jatuh dua digit. 

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Pelaku pasar kini sedang menanti isyarat dari KTT Uni Eropa yang dikabarkan siap memberikan stimulus di sektor perdagangan yang diusulkan capai US$ 858,30 miliar guna pemulihan ekonomi . "Pasar emas juga menjadi kecanduan stimulus besar dari langkah-langkah dari bank sentral untuk menyediakan kelebihan likuiditas dan yang telah mendorong ekspektasi," jelas analis Phillip Futures kata dalam sebuah catatan.

"Bank sentral mungkin mengecewakan investor emas jika bankir merasakan tanda-tanda inflasi atau kemajuan ekonomi," lanjutnya. Spekulan mengurangi posisi bullish mereka di emas COMEX dan meningkatkannya dalam kontrak perak dalam seminggu hingga 14 Juli.

Source : kontan.co.id