Sabtu, 06 November 2021

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Minyak Naik Karena Investor Menilai Respons Terhadap Kenaikan Tipis OPEC+

Posted: 04 Nov 2021 07:02 PM PDT

 


PT KP PRESS - Minyak menguat di perdagangan Asia karena investor menilai potensi respons pasokan dari AS terhadap kenaikan bertahap produksi dari OPEC+, yang mungkin termasuk pelepasan cadangan strategis.

KONTAK PERKASA FUTURES - Kontrak berjangka di New York naik mendekati $80 per barel setelah kehilangan lebih dari 6% selama tiga sesi terakhir. Setelah pertemuan singkat, aliansi sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari pada bulan Desember, mempertahankan laju kenaikan bulanan yang moderat. Gedung Putih sedang mempertimbangkan berbagai alat untuk menopang harga, kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional setelah keputusan OPEC+.

PT KONTAK PERKASA - Presiden Joe Biden telah memimpin seruan agar OPEC+ menambah lebih banyak barel untuk menahan harga minyak yang tinggi, yang ia tuduh sebagai penyebab tekanan inflasi. AS sedang mencari peningkatan sebanyak dua kali lipat dari jumlah yang disepakati dan telah menjadi salah satu konsumen utama yang sebelumnya meningkatkan prospek memanfaatkan cadangan strategis mereka sendiri jika aliansi tidak menjalankan seruan untuk meningkatkan pasokan.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Minyak telah reli ke tertinggi multi-tahun karena ekonomi utama termasuk AS dan China pulih dari pandemi, dengan BP Plc memperkirakan permintaan global telah pulih di atas level pra-virus 100 juta barel per hari. OPEC+ telah mengutip risiko dari wabah yang sedang berlangsung karena pendekatannya yang hati-hati.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik 1,2% menjadi $79,77 per barel di New York Mercantile Exchange pada 09:02 di Singapura setelah turun 2,5% pada hari Kamis.

Harga turun 4,6% minggu ini.

Brent untuk pengiriman Januari naik 0,9% menjadi $81,24 di ICE Futures Europe exchange setelah jatuh 1,8% pada hari Kamis.

 

 

 

Sumber : PT KP Press

Jumat, 05 November 2021

Harga emas Antam melonjak Rp 7.000 menjadi Rp 934.000 per gram pada hari ini (5/11)

 


PT KP PRESS - Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Jumat (5/11)

KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 934.000. Harga emas Antam ini naik Rp 7.000 dari harga Kamis (4/11) yang berada di level Rp 927.000 per gram.

PT KONTAK PERKASA - Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 825.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 8.000 dibandingkan dengan harga buyback pada Kamis (4/11) yang ada di Rp 817.000 per gram.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Jumat (5/11) dan belum termasuk pajak:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 517.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 934.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.445.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 8.835.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 21.962.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 43.845.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 87.612.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 437.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 874.600.000

Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas

 

 

 Sumber : kontan.co.id

 

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Kilau emas meredup mendekati level terendah 3 pekan setelah pengumuman The Fed

Posted: 03 Nov 2021 06:16 PM PDT

 


PT KP PRESS - Harga emas bertahan di dekat level terlemahnya sejak pertengahan Oktober pada hari Rabu (3/11). Setelah Federal Reserve mengumumkan langkah-langkah pengurangan stimulus era pandemi.

KONTAK PERKASA FUTURES - Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,9% pada US$1.770,61 per ons troi, sedikit mengurangi kerugian setelah keputusan The Fed. Sebelumnya mencapai level terendah sejak 13 Oktober di US$1.757,63.

PT KONTAK PERKASA - Sementara, harga emas berjangka AS turun 1,4% pada US$1.763,9.The Fed akan mulai memangkas pembelian obligasi bulanan pada November dengan rencana untuk mengakhirinya pada 2022, katanya dalam sebuah pernyataan di akhir pertemuan dua hari.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - "Emas yang datang ke pertemuan itu semacam mempersiapkan yang terburuk dan itulah mengapa turun di sekitar US$1.758 sejak saat itu," kata Phillip Streible, kepala analis pasar di Blue Line Futures di Chicago.

"Kami akan menunggu sebelum kami menetapkan posisi apa pun pada emas, baik di sisi panjang atau pendek, dan jangan berharap terlalu banyak pergerakan karena kami memiliki angka pekerjaan berikutnya (minggu ini)."

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS untuk Oktober akan dirilis pada hari Jumat. Data sebelumnya pada hari Rabu menunjukkan gaji swasta AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Oktober.

The Fed juga menunjukkan pemulihan dalam kegiatan ekonomi dan lapangan kerja dalam pernyataannya sambil berpegang pada keyakinannya bahwa inflasi yang tinggi akan terbukti "sementara" dan kemungkinan tidak memerlukan kenaikan suku bunga yang cepat

"Sementara kebijakan suku bunga mungkin nomor satu di benak semua orang, yang kedua sangat, sangat dekat adalah tekanan inflasi yang kita miliki di pasar saat ini," kata David Meger, direktur perdagangan logam High Ridge Futures.

Kebijakan moneter AS yang sangat longgar telah membantu mendorong emas naik tajam sejak krisis keuangan akhir 2000-an, dengan suku bunga rendah memangkas biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil dan kekhawatiran inflasi memicu permintaan untuk lindung nilai.

Di tempat lain, harga perak turun 0,4% menjadi US$23,43 per ons troi, platinum turun 0,7% menjadi US$1.030,94, dan paladium turun 0,6% menjadi US$1.999,77. 

 

 

 

 

Sumber : kontan.co.id

Kamis, 04 November 2021

Wall Street terkoreksi, fokus investor beralih ke keputusan tapering The Fed

 


PT KP PRESS - Indeks utama Wall Street turun tipis pada awal perdagangan Rabu (3/11), karena investor menanti langkah Federal Reserve yang diperkirakan akan menarik dukungan di era pandemi. 

KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip Reuters, Rabu (3/11), lima dari 11 sektor utama S&P turun di awal perdagangan, dengan sektor energi dan industri menurun paling parah.

PT KONTAK PERKASA - Pada pukul 10:22 ET, indeks Dow Jones Industrial Average turun 114,93 poin, atau 0,32% ke level 35.937,70, S&P 500 turun 7,10 poin, atau 0,15% ke level 4.623,55, dan Nasdaq Composite naik 7,36 poin, atau 0,05 % ke level 15.656,96.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Bank sentral AS kemungkinan akan mengumumkan pengurangan program pembelian aset senilai $120 miliar per bulan dalam pernyataan kebijakannya yang jatuh tempo pada pukul 2 siang waktu setempat (1800 GMT).

"Penurunan sebagian besar harga ke pasar saat ini, karena Fed telah mengirim telegram niatnya untuk mengurangi selama beberapa bulan," kata Danielle DiMartino Booth, CEO dan kepala strategi Quill Intelligence di Dallas, Texas.

Pernyataan itu akan diikuti oleh konferensi pers Gubernur The Fed Jerome Powell, di mana para pelaku pasar akan mengamati dengan cermat pandangan tentang inflasi dan jalur kenaikan suku bunga.

"Kami tidak berharap mereka akan menyentuh rencana kenaikan suku bunga mereka untuk saat ini ... tetapi, jika The Fed akan memotong pembelian obligasi pada tingkat yang lebih cepat dari apa yang diantisipasi pasar, itu bisa mengirim beberapa kegelisahan karena mengatakan bahwa The Fed lebih khawatir tentang inflasi," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research di New York.

Wall Street sebagian besar mengabaikan kekhawatiran seputar kenaikan tekanan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang beragam, didorong oleh musim pendapatan kuartal ketiga yang luar biasa dan komentar optimistis tentang pertumbuhan ke depan yang mendorong saham AS ke rekor tertinggi minggu ini.

Sementara itu, data menunjukkan pengusaha swasta AS mempertahankan laju perekrutan yang solid pada Oktober, sementara aktivitas industri jasa AS melonjak ke rekor tertinggi pada Oktober kemungkinan karena penurunan kasus Covid-19 mendorong permintaan. 

 

 

 

 

 

Sumber : kontan.co.id

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Bukan dollar AS, inilah mata uang asing yang paling cuan hingga akhir Oktober 2021

Posted: 02 Nov 2021 06:40 PM PDT

 


PT KP PRESS - Mata uang asing seperti dollar Amerika Serikat bisa menjadi portofolio investasi yang menguntungkan. Namun, sepanjang tahun ini hingga akhir Oktober 2021, bukan mata uang dollar AS yang memberi cuan paling besar.

KONTAK PERKASA FUTURES - Dolar Kanada dan poundsterling berhasil menjadi dua mata uang yang paling menguntungkan dalam 10 bulan terakhir. Pada periode tersebut, tercatat dolar Kanada berhasil menguat 4,7% jika dipasangkan dengan rupiah. Sementara poundsterling berhasil menguat 1,77% jika dipasangkan dengan rupiah.

PT KONTAK PERKASA - Pada perdagangan Selasa 2 November 2021, Bank Indonesia mencatat, kurs jual dollar Kanada mencapai Rp 11.546,55 naik 19,35 poin dari sehari sebelumnya. Sedangkan kurs jual poundsterling turun sebesar 87,37 poin menjadi Rp 19.529,37.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menjelaskan, secara fundamental dolar Kanada memang jauh lebih baik dibanding berbagai mata uang lainnya. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan stimulus yang diusung pemerintah Kanada berhasil memulihkan kondisi ekonominya.

Tak hanya itu, kini gelontoran stimulus bahkan sudah diberhentikan secara keseluruhan seiring dengan pemulihan pasar tenaga kerja dan jumlah pengangguran di Kanada sudah sesuai dengan ekspektasi Bank of Canada. "Selain itu, menguatnya harga minyak mentah telah mendorong penguatan dolar Kanada sebagai mata uang komoditas," kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Selasa (2/11).

Sementara untuk poundsterling, menurutnya pergerakan GBP sejauh ini tertolong oleh ekspektasi dari sikap hawkish bank sentral Inggris (BoE) yang kemungkinan akan menaikkan suku bunga. Hal ini merespons tingkat inflasi yang sudah terlalu tinggi, imbas dari krisis energi yang melanda Inggris dalam beberapa waktu terakhir.

Pada sisa dua bulan ini, Sutopo meyakini kedua mata uang ini tidak akan banyak berubah secara fundamental sehingga pergerakannya akan cenderung berada dalam kisaran yang terbatas.

Namun, untuk tahun depan, ia baru melihat pasar valuta akan kembali bergairah. Maklum, tahun ini pasar valuta dipenuhi gejolak karena banyak beradaptasi dengan berbagai keragaman data ekonomi hingga rumor dan ketidakpastian.

Menurutnya, efek tapering serta rencana kenaikan suku bunga acuan dari berbagai bank sentral akan jadi fokus utama pada tahun depan. Apalagi, dengan keberhasilan vaksin, turunnya kasus Covid-19, serta pembukaan aktivitas ekonomi akan membuat berbagai bank sentral memberikan outlook ekonomi yang jauh lebih baik.

"Masih terlalu dini untuk melihat arah pergerakan mata uang pada tahun depan, karena inflasi di satu sisi juga masih menjadi topik utama saat ini. Namun, yang jelas pasar valuta pada tahun depan akan sangat prospektif," imbuh Sutopo.

Secara fundamental, Sutopo melihat dolar Kanada dan dolar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang yang layak dipertimbangkan. Dolar Kanada yang merupakan mata uang komoditas akan banyak mendapat dorongan dari perubahan harga minyak dunia. Sementara dolar AS sebagai safe haven, fundamental ekonomi AS yang lebih baik dari Eropa, serta efek tapering dan pengetatan stimulus akan jadi katalis positifnya.

Pada akhir tahun ini, Sutopo memproyeksikan CAD/IDR akan berada di level 11.550. Sementara untuk USD/IDR akan berada di area 14.300

Namun, dari sisi mata uang yang sejauh ini cukup ramai diperdagangkan, ia menyebut yen Jepang. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari yen Jepang yang sudah mencapai tingkat tahanan dan dukungan multi tahun, sehingga perubahan arah kemungkinan akan terjadi di akhir tahun atau di awal tahun.

"Dengan ekonomi Jepang yang membaik, pertumbuhan yang bertahap dan harapan atas kebijakan Perdana Menteri Jepang yang baru membuat yen Jepang cukup menarik untuk diperdagangkan," tutup Sutopo. 






Sumber : kontan.co.id

Rabu, 03 November 2021

Harga emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 929.000 per gram pada hari ini (3/11)

 


PT KP PRESS - Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Rabu (3/11).

KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 929.000. Harga emas Antam ini turun Rp 1.000 dari harga Selasa (2/11) yang berada di level Rp 930.000 per gram.

PT KONTAK PERKASA - Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 819.000 per gram. Harga tersebut turun Rp 1.000 dibandingkan dengan harga buyback pada Selasa (2/11) yang ada di Rp 820.000 per gram.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Rabu (3/11) dan belum termasuk pajak:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 514.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 929.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.420.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 8.785.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 21.837.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 43.595.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 87.112.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 434.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 869.600.000

Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas

 

 

 

 

 

Sumber : kontan.co.id 

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Emas Tahan Kenaikan Dengan Keputusan Bank Sentral, Inflasi Dalam Fokus

Posted: 01 Nov 2021 07:39 PM PDT


 

PT KP PRESS - Emas mempertahankan kenaikannya menjelang keputusan bank sentral utama karena para pedagang mempertimbangkan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dan dampak yang akan terjadi pada pemulihan global.

KONTAK PERKASA FUTURES - Pembuat kebijakan Federal Reserve berkumpul pada hari Selasa dan Rabu dan diperkirakan akan memutuskan untuk mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran mereka. Ada juga spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) dapat membatalkan target imbal hasil obligasi pada hari Selasa, sementara Bank of England (BOE) bertemu pada hari Kamis.

PT KONTAK PERKASA
- Investor juga akan mewaspadai komentar Ketua Fed Jerome Powell tentang prospek kenaikan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas dan gangguan rantai pasokan terkait pandemi. Sebuah laporan hari Senin menunjukkan tantangan logistik yang terus-menerus membebani produsen AS pada Oktober.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Bullion diperdagangkan tepat di bawah $1.800 per ons setelah membukukan kenaikan bulanan pada Oktober karena bank sentral secara global bersiap untuk mengendalikan stimulus era pandemi. Namun, ada beberapa tanda minat investor baru-baru ini terhadap emas -- minggu lalu, dana lindung nilai yang diperdagangkan di Comex meningkatkan posisi beli bersih mereka ke level tertinggi dalam 12 minggu, sementara dana yang diperdagangkan di bursa memiliki arus masuk bersih yang moderat, menghentikan arus keluar selama lima minggu.

Emas spot stabil di $1.792,15 per ons pada pukul 7:50 pagi di Singapura setelah naik 0,6% pada hari Senin. Indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit berubah. Perak dan paladium stabil, sementara platinum turun.

 

 

 

Sumber : PT KP Press

Selasa, 02 November 2021

Harga emas melemah ke US$ 1.789,6 per ons troi di pagi ini (2/11)


 

PT KP PRESS - Harga emas melemah di awal perdagangan hari ini. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat emas batangan kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Di sisi lain, investor mengamati pertemuan kebijakan Federal Reserve di tengah meningkatnya kekhawatiran atas lonjakan inflasi yang berkelanjutan.

KONTAK PERKASA FUTURES - Selasa (2/11) pukul 09.15 WIB, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 1.789,58 per ons troi. Serupa, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2021 turun 0,2% menjadi US$ 1.791,50 per ons troi.

PT KONTAK PERKASA - Koreksi emas terjadi usai indeks dolar AS naik tipis 0,1% setelah turun 0,3% pada perdagangan sesi sebelumnya.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Di sisi lain, pasar pun masih menanti pertemuan kebijakan yang dilakukan The Fed dan berakhir pada hari Rabu (3/11).

Kenaikan harga dan upah yang mencapai level tertinggi selama beberapa dekade dapat menantang The Fed karena mereka mencoba untuk menjaga keseimbangan antara menahan inflasi dan memberikan waktu sebanyak mungkin kepada perekonomian untuk memulihkan pekerjaan yang hilang sejak pandemi.

Data terbaru memperlihatkan, aktivitas manufaktur AS melambat pada Oktober, dengan semua industri melaporkan waktu tunggu yang lama untuk bahan baku. Itu menunjukkan bahwa rantai pasokan yang melebar terus membatasi aktivitas ekonomi di awal kuartal keempat.

Goldman Sachs telah memajukan perkiraannya 1 tahun hingga Juli 2022 untuk kenaikan suku bunga AS pertama pasca-pandemi, karena bank investasi memperkirakan inflasi akan tetap tinggi.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai inflasi. Namun, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga untuk memerangi tekanan inflasi tersebut cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang emas tanpa bunga.

Bank of England juga dalam keputusan suku bunga di pekan ini, membuat investor dan analis khawatir tentang kemungkinan kenaikan pertama sejak pandemi melanda ekonomi dunia.

Pada perdagangan kali ini, harga perak spot turun 0,2% menjadi US$ 23,98 per ons troi. Setali tiga uang, harga platinum melemah 0,7% ke US$ 1.056,58, per ons troi dan paladium datar di US$ 2.047,26 per ons troi. 

 

 

 

 

 

 

Sumber : kontan.co.id

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Pergerakan rupiah berpotensi terbatas menanti rapat FOMC

Posted: 31 Oct 2021 06:46 PM PDT

 


PT KP PRESS - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) berada di bawah ekspektasi. Nilai tukar rupiah jadi berhasil menguat. Mengutip Bloomberg, Jumat (29/10), rupiah menguat 0,04% ke Rp 14.168 per dollar AS. Kompak, kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) menguat 0,19% ke Rp 14.171 per dolar AS. 

KONTAK PERKASA FUTURES - Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana mengatakan rupiah menguat karena data ekonomi AS kuartal III-2021 diproyeksikan lebih rendah ke 2% dari sebelumnya di 2,6%. Fikri melihat ada kekhawatiran meski data tenaga kerja ekonomi AS membaik, tetapi pertumbuhan ekonomi tidak setinggi seperti yang diharapkan. 

PT KONTAK PERKASA - Namun, Fikri memperkirakan penguatan rupiah di akhir pekan berpotensi terbatas karena data ekspektasi pertumbuhan ekonomi kawasan euro di kuartal III-2021 naik 2,2% dari kuartal sebelumnya di 2,2%.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Selain itu, pergerakan rupiah masih terbatas karena pelaku pasar menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 2-3 November 2021. "Investor global menahan diri sampai hasil FOMC mengenai tapering keluar," kata Fikri. 

Kompak, Lukman Leong analis DC Futures memproyeksikan penguatan rupiah akan tertahan oleh pelaku pasar yang menanti banyak data penting dari bank sentral dunia di pekan depan. "Fundamental rupiah yang kuat akan tertahan oleh banyaknya data yang rilis, apalagi inflasi AS tinggi dan banyak sinyal kenaikan suku bunga AS," kata Lukman. 

Pada perdagangan Senin (1/10), Lukman memproyeksikan rupiah di rentang Rp 14.150 per dolar AS hingga Rp 14.250 per dollar AS. Sementara, Fiikri memprediksikan rentang rupiah di 14.050 per dolar AS-Rp 14.250 per dolar AS.  

 

 

 

Sumber : kontan.co.id

Senin, 01 November 2021

Penyebab harga emas masih lemah sepanjang Oktober 2021

 


PT KP PRESS - Harga emas sepanjang sampai bulan Oktober 2021 ini masih lemah. Merujuk Bloomberg, harga emas spot sudah turun 6,06% sepanjang tahun ini, untuk emas Antam sudah turun sebanyak 14,92%.

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas spot di tahun ini terus berfluktuasi, dengan harga menyentuh di angka US$ 1.950 per ons troi di Januari, dan harga terendahnya jatuh di angka US$ 1.683 per ons troi pada Maret lalu.

PT KONTAK PERKASA - Selama bulan Oktober 2021, harga emas spot naik 1,53%, dari angka US$ 1.756 per troi ons ke angka US$ 1.783 per troi ons.  

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo menilai masih lemahnya harga emas di tahun ini karena wacana pengurangan stimulus AS masih bertiup kencang, dan ini membuat wacana kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. 

“Laporan PCE alat ukur inflasi semakin menguatkan alasan tersebut. Di samping itu, yang mengejutkan dari Bank of Canada bahkan menghapus semua stimulus yang ada,” kata Sutopo kepada Kontan, Minggu (31/10). 

Ia melihat, ekspektasi kenaikan suku bunga dan kenaikan suku bunga obligasi mendorong emas bergerak dalam rentang terbatas dan semakin membatasi kemungkinan naiknya harga emas. 

Sutopo juga mengamati, akhir tahun bukan momen yang baik untuk investasi emas. Menurutnya perlu melihat prospek di kuartal II/2022 nanti untuk melihat perkembangan isu mengenai suku bunga dan pengurangan stimulus serta inflasi yang diperkirakan bersifat sementara. 

“Begitu stimulus ditarik inflasi akan turun dan kemacetan distribusi teratasi. Hal ini akan berimbas pada penurunan daya tarik emas,” kata Sutopo.  

 

 

 

 

Sumber : kontan.co.id