Tampilkan postingan dengan label pt kontak perkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pt kontak perkasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2020

Tak berdaya, harga minyak WTI anjlok 3,9% ke US$ 34,40 per barel selepas tengah hari


PT KP PRESS - Harga minyak mentah kembali anjlok lebih dari 3% pada perdagangan siang hari ini. Sentimen negatif masih datang setelah lockdown yang dilakukan banyak negara di Eropa, yang  dikhawatirkan dapat kembali menurunkan permintaan terhadap bahan bakar.

KONTAK PERKASA FUTURES - Tekanan tambahan bagi laju harga minyak datang dari gejolak akibat pemilihan umum presiden Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pada pekan ini. Senin (2/11) pukul 12.50 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman Januari berada di level US$ 36,62 per barel, turun US$ 1,32 atau 3,5%. 

PT KONTAK PERKASA - Setali tiga uang, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Desember 2020 melemah US$ 1,39 atau 3,9% menjadi US$ 34,40 per barel. Bahkan, harga minyak acuan sempat anjlok ke posisi terendah, dengan Brent turun sebanyak 5,8% dan WTI 6% pada awal perdagangan hari ini. Hal itu membuat kedua harga minyak acuan ini mencapai level terendah sejak Mei 2020.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas hitam terseret oleh kebijakan sejumlah negara di Eropa telah menerapkan kembali langkah-langkah penguncian guna memperlambat tingkat infeksi Covid-19 yang telah meningkat di benua itu dalam sebulan terakhir.

"Langkah-langkah penguncian yang diumumkan oleh Inggris dan Italia hanya menambah situasi Eropa yang memburuk," kata Michael McCarthy, Chief Market Strategist CMC Markets di Sydney.

"Banyak pedagang sekarang melihat AS dan tingkat infeksi mereka yang meningkat dan bertanya-tanya apakah Eropa menyediakan model untuk apa yang akan terjadi di AS dalam beberapa minggu mendatang."

Harga minyak berhasil mengurangi pelemahan setelah pesanan ekspor Jepang tumbuh untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Sementara itu, aktivitas pabrik China meningkat pada laju tercepat dalam hampir satu dekade di bulan Oktober. Lebih banyak data manufaktur diharapkan dari zona Eropa dan AS.

Namun, kekhawatiran tentang melemahnya permintaan dan meningkatnya pasokan dari OPEC dan AS tetap menyebabkan harga minyak turun. Bahkan bulan lalu, harga minyak turun  untuk kedua bulan berturut-turut, dengan WTI turun 11% dan Brent 8,5%.

Meningkatnya pasokan dari Libya dan Irak, anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengimbangi pemotongan produksi oleh anggota lain dan menyebabkan produksi kelompok tersebut meningkat untuk bulan keempat pada Oktober, sebuah survei Reuters menunjukkan. 

OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, memangkas produksi sekitar 7,7 juta barel per hari dalam pakta yang bertujuan untuk mendukung harga.

OPEC+ dijadwalkan mengadakan pertemuan kebijakan selama 30 November dan 1 Desember.

Di AS, jumlah rig minyak dan gas alam naik pada bulan Oktober untuk bulan ketiga berturut-turut, menurut data Baker Hughes.

Perlombaan yang lebih ketat menjelang Hari Pemilu AS dan potensi ketidakpastian pemilu meningkatkan kewaspadaan investor di pasar global.

"Kekhawatiran paling mendesak bagi pasar adalah bahwa kelumpuhan politik akan menunda atau mengurangi respons fiskal terhadap situasi virus corona yang memburuk," pungkas McCarthy. 

Source : kontan.co.id

Rabu, 21 Oktober 2020

Harga emas Antam hari ini naik Rp 4.000 menjadi Rp 1.012.000 per gram, Rabu (21/10)

 

PT KP PRESS - Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Rabu (21/10).

KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 1.012.000. Harga emas Antam ini naik Rp 4.000 dari harga pada Selasa (20/10) di Rp 1.008.000 per gram. 

PT KONTAK PERKASA - Sementara harga buyback emas Antam naik Rp 5.000 dan berada di Rp 906.000 per gram.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Rabu (21/10) dan belum termasuk pajak:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 536.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 1.012.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.840.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 9.615.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 23.912.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 47.745.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 95.412.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 238.265.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 476.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 952.600.000

http://kperkasa.com/

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Source : kontan.co.id 

Selasa, 20 Oktober 2020

Harga minyak tergelincir banjir pasokan dari produksi Libya

PT KP PRESS - Harga minyak mentah kembali tergelincir untuk hari keempat berturut-turut. Katalis negatif bagi harga minyak datang karena kekhawatiran tentang kebangkitan kembali kasus virus corona secara global yang menghambat pemulihan permintaan bahan bakar. Di saat yang sama, terjadi peningkatan produksi dari Libya yang menambah pasokan melimpah di pasar.

KONTAK PERKASA FUTURES - Selasa (20/10) pukul 09.00 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent kontrak pengiriman Desember 2020 turun 30 sen atau 0,7% ke level $ 42,32 per barel. Pada sesi sebelumnya, Brent jatuh 31 sen. Setali tiga uang, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman November 2020 juga melemah 26 sen atau 0,6% ke $ 40,57 per barel. Pada akhir perdagangan Senin (19/10), harga minyak WTI turun 5 sen. 

PT KONTAK PERKASA - Tekanan bagi harga emas hitam datang setelah kasus Covid-19 tembus 40 juta pada hari Senin. Lonjakan kasus terbaru terjadi di Eropa dan Amerika Utara telah memicu tindakan pengetatan baru. "Sejak April kami telah melihat pemulihan ajaib dalam permintaan minyak - yang sekarang berada di sekitar 92% dari tingkat pra-pandemi, tetapi masih terlalu dini untuk menyatakan diakhirinya era penghancuran permintaan minyak Covid-19," kata Oil Markets Analyst Rystad Energy, Louise Dickson.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Dalam pertemuan panel menteri Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang disebut OPEC+, berjanji untuk mendukung pasar minyak karena kekhawatiran tumbuh atas infeksi yang melonjak. Untuk saat ini OPEC+ masih berpegang pada kesepakatan untuk mengekang produksi sebesar 7,7 juta barel per hari (bph) hingga Desember, dan kemudian memangkas pemotongan kembali menjadi 5,8 juta barel per hari pada Januari 2021.

Tiga sumber dari negara produsen mengatakan rencana kenaikan produksi mulai Januari bisa dibalik jika perlu. "Kami tidak berpikir pasar minyak berada dalam posisi untuk menyerap sekitar 2% dari pasokan global yang OPEC+ harapkan untuk dimulai kembali pada 1 Januari 2021," kata analis komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar dalam sebuah catatan.

Dia menambahkan, peningkatan produksi dari Libya, yang beroperasi di luar pakta OPEC+, sudah menambah kekhawatiran kelebihan pasokan. Libya dengan cepat meningkatkan produksinya setelah konflik bersenjata menutup hampir semua produksi minyak di negara itu sejak Januari. Output dari ladang terbesarnya, Sharara, yang dibuka kembali pada 11 Oktober, sekarang sekitar 150.000 barel per hari, atau sekitar setengah kapasitasnya. 

Sementara itu, pedagang akan mengamati data persediaan minyak mentah dan produk dari American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa. Berdasarkan jajak pendapat Reuters, analis memperkirakan, stok minyak mentah dan distilat AS kemungkinan turun dalam minggu terakhir.

Source : kontan.co.id