Kamis, 04 Juni 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak naik lebih dari 1%, ditopang harapan pemangkasan pasokan OPEC +

Posted: 02 Jun 2020 06:37 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak hari ini kembali naik didorong harapan perpanjangan pemangkasan pasokan oleh OPEC + dalam pertemuan virtual pekan ini. Rabu (3/6) pukul 07.03 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2020 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 37,28 per barel, naik 1,27% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 36,81 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES - Kenaikan harga minyak juga ditopang oleh pelonggaran pembatasan (lockdown) yang dilakukan di berbagai negara dan negara bagian AS."Ada antisipasi bahwa OPEC + akan setuju untuk memperpanjang level (penurunan pasokan minyak) mereka saat ini untuk dua bulan lagi, dan pada saat yang sama, pasar mengantisipasi bahwa pembukaan kembali ekonomi di seluruh dunia akan meningkatkan permintaan dan akan membuat kita dalam posisi sedemikian rupa sehingga, pada bulan Agustus, pasar minyak akan seimbang," kata Andy Lipow, presiden konsultan Lipow Oil Associates seperti dikutip Reuters.

PT KONTAK PERKASA - Negara-negara produsen minyak utama dunia yang tergabung dalam OPEC + tengah mempertimbangkan perpanjangan pengurangan produksi mereka sebesar 9,7 juta barel per hari atau sekitar 10% dari output global hingga Juli atau Agustus dalam pertemuan yang diharapkan akan digelar pada Kamis pekan ini.Semula, rencana pemangkasan produksi OPEC + akan diberlakukan hingga Mei dan Juni, dan akan turun menjadi 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga Desember.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Namun seorang sumber mengatakan, Arab Saudi mendorong negara anggota OPEC + untuk menjaga pemangkasan produksi lebih lama. Sementara itu, pembukaan kembali bisnis secara bertahap di banyak negara bagian AS mendorong kenaikan permintaan bahan bakar dan menyokong kenaikan harga minyak. Data dari American Petroleom Institute (API) menyebutkan, persediaan minyak mentah AS turun 483.000 barel dalam sepekan hingga 29 Mei menjadi 531 juta barel.

Source : kontan.co.id  
 

Sabtu, 30 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak turun tipis, stok minyak AS membesar karena impor

Posted: 28 May 2020 06:35 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak turun tipis setelah sempat menguat sehari. Jumat (29/5) pagi pukul 7.43 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 33,43 per barel, turun 3,69% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin.

KONTAK PERKASA FUTURES - Sejalan, harga minyak Brent untuk pengiriman Juli 2020 di ICE Futures pun turun 0,59% ke US$ 35,08 per ons troi. Kemarin, harga minyak acuan internasional ini naik 1,58%.Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah naik tajam pada pekan lalu. Stok minyak mentah AS naik 7,9 juta barel dalam sepekan hingga 22 Mei. Kenaikan ini terjadi karena besarnya impor.

PT KONTAK PERKASA - Dengan tambahan ini, total stok minyak AS, di luar cadangan strategis, mencapai 534,4 juta barel. Angka persediaan ini hanya 1 juta barel lebih rendah daripada rekor tertinggi. Realisasi ini jauh dari prediksi analis yang meramalkan penurunan stok minyak 1,9 juta barel. Persediaan minyak di Cushing, Oklahoma yang menjadi pusat pengiriman minyak berjangka turun 3,4 juta barel pekan lalu.
Dalam sepekan, harga minyak cenderung flat. "Pada umumnya, harga minyak saat ini mengindikasikan lebih banyak optimisme daripada industri," kata Regina Mayor, global and US head of energy KPMG kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - "Reli harga minyak masih bisa terjadi. Tapi reli ini bisa berubah jika ada penurunan permintaan yang belum sepenuhnya pulih di tengah suplai global yang tinggi," kata Gene McGillian, vice president of market research Tradition Energy kepada Reuters

Source : kontan.co.id

Rabu, 27 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga emas spot masih bergerak naik di US$ 1.734,14 per troi ons

Posted: 25 May 2020 09:02 PM PDT


PT KP PRESS - Harga emas masih merangkak naik. Mengutip Bloomberg, Selasa (26/5) pukul 10:35 WIB harga emas spot berada di US$ 1.734,14 per troi ons, naik 0,13% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.  Emas diperdagangkan sedikit berubah pada hari Selasa karena kenaikan dalam ekuitas di tengah optimisme atas pembukaan kembali ekonomi global mengimbangi dukungan dari dolar yang lebih lembut dan ketegangan yang berlarut-larut atas Hong Kong dan Venezuela.

KONTAK PERKASA FUTURES - Ekonomi Jerman mulai pulih ketika pembatasan untuk memperlambat coronavirus diangkat, sebuah survei bisnis menunjukkan, meningkatkan sentimen Eropa. Singapura memangkas prospek PDB 2020 untuk ketiga kalinya karena bersiap untuk resesi terdalam dalam sejarahnya. 

PT KONTAK PERKASA - Indeks dolar turun 0,2%, membuat emas sedikit lebih murah untuk pemegang mata uang lainnya. Kantor kementerian luar negeri China di Hong Kong dan kepala keamanan kota membela undang-undang keamanan yang diusulkan dengan menggambarkan beberapa tindakan dalam protes massa pro-demokrasi tahun lalu sebagai terorisme. 

PT KONTAK PERKASA FUTURES - China menjadi eksportir emas melalui Hong Kong untuk pertama kalinya sejak setidaknya 2011 pada bulan April. Palladium naik 0,6% menjadi US$ 2,003.97 per ons dan platinum naik 0,2% pada US$ 840,25, sementara perak turun 0,3% menjadi US$ 17,14.  

Source : kontan.co.id

Kamis, 21 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga emas Antam bertambah Rp 2.000 jadi Rp 926.000 per gram pada Rabu (20/5)

Posted: 19 May 2020 08:18 PM PDT


PT KP PRESS - Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada hari Rabu (20/5).

KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 926.000. Harga emas Antam ini turun Rp 2.000 dari harga Selasa (19/5) lalu di Rp 924.000.

PT KONTAK PERKASA - Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp 2.000 dan berada di Rp 824.000. 

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:  
  • Harga emas 0,5 gram: Rp 493.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 926.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.410.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 8.755.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 21.762.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 43.445.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 86.812.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 216.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 433.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 866.600.000
Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Source : kontan.co.id  

Selasa, 19 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak naik lebih dari US$ 1 menjelang berakhirnya minyak WTI kontrak Juni

Posted: 17 May 2020 07:11 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi lebih dari sebulan perdagangan Senin (18/5). Terangkat oleh pemangkasan produksi berkelanjutan dan tanda-tanda pulihnya permintaan bahan bakar. Mengutip Bloomberg, pukul 8.22 WIB, minyak Brent pengiriman Juli 2020 ke US$ 33,87 per barel atau naik 1,33%. Tertinggi sejak 13 April.

KONTAK PERKASA FUTURES - Sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juni 2020 ke US$ 30,77 per barel atau naik 1,34%.  Tertinggi dalam sembilan minggu atau sejak 16 Maret. Kontrak minyak WTI pengiriman Juni akan berakhir pada hari Selasa (19/5), tetapi ada sedikit tanda WTI mengulangi kejatuhan bersejarah di bawah nol yang terlihat bulan lalu pada malam berakhirnya kontrak Mei di tengah tanda-tanda bahwa permintaan untuk minyak mentah dan bahan bakar pulih.

PT KONTAK PERKASA - Produksi minyak juga turun karena perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) memangkas jumlah rig minyak dan gas bumi yang beroperasi ke level terendah sepanjang masa untuk minggu kedua berturut-turut. Kondisi ini sebagian membantu meredakan kekhawatiran tentang titik pengiriman kontrak WTI di Cushing, Oklahoma, kehabisan ruang. Chicago Mercantile Exchange, yang menjadi tuan rumah perdagangan di WTI futures, broker dan United States Oil Fund LP, produk pertukaran yang berfokus pada minyak terbesar di negara itu, semuanya telah mengambil langkah-langkah yang mengurangi posisi terbuka menjelang berakhirnya kontrak WTI.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Suasana positif diperkuat ketika Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell mengeluarkan pandangan optimistis untuk pemulihan ekonomi akhir tahun ini."Dengan asumsi tidak ada gelombang kedua dari coronavirus, saya pikir Anda akan melihat ekonomi pulih dengan mantap melalui paruh kedua tahun ini," kata Powell pada Minggu malam dalam siaran pers.

Sentimen yang juga mendukung harga minyak adalah pengurangan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia alias OPEC+.  Eksportir utama dunia Arab Saudi mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan memotong tambahan 1 juta barel per hari di bulan Juni. Sementara OPEC + ingin mempertahankan pemotongan minyak yang ada setelah Juni.
Kuwait dan Arab Saudi telah sepakat untuk menghentikan produksi minyak dari ladang bersama Al-Khafji selama satu bulan, mulai dari 1 Juni, surat kabar Kuwait Al Rai melaporkan pada hari Sabtu.

Source : kontan.co.id

Sabtu, 16 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Dapat angin segar, harga minyak WTI naik 0,9% dan Brent terangkat 0,6%

Posted: 14 May 2020 04:07 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak mentah terus merangkak naik menyusul penurunan tak terduga dalam stok minyak mentah Amerika Serikat (AS). Namun penguatan emas hitam ini terbatas setelah prospek ekonomi AS suram akibat pandemi dan kekhawatiran terhadap kemungkinan gelombang kedua kasus virus corona. Mengutip Reuters, Kamis (14/5) pukul 13.30 WIB, harga minyak mentah Brent kontrak pengiriman Juli 2020 di ICE Futres naik 18 sen, atau 0,6%, ke US$ 29,37 per barel. Serupa, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juni 2020 naik 23 sen, atau 0,9%, menjadi US$ 25,52 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES - Rebound harga minyak sebenarnya sudah dimulai sejak dua minggu terakhir setelah beberapa negara melonggarkan pembatasan dan penguncian untuk memungkinkan pabrik dan toko kembali dibuka.
Tetapi kasus-kasus baru telah muncul di Korea Selatan dan China meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan gelombang infeksi kedua yang akan membebani pemulihan ekonomi dan permintaan bahan bakar. Tekanan tambahan bagi emas hitam juga datang setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan tentang periode panjang agar ekonomi AS dapat kembali tumbuh. Powell pun mendesak perlunya belanja fiskal tambahan untuk mencegah dampak ekonomi lebih lanjut dari virus corona.

PT KONTAK PERKASA - "Sulit untuk bersemangat tentang rebound saat ini setelah perekonomian terbesar di dunia itu (AS) memiliki ketidakpastian signifikan tentang prospek dan risiko penurunan besar," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. Untungnya, data persediaan minyak mentah AS memberikan angin segar. Rabu (13/5) Energy Information Administration melaporkan, persediaan minyak mentah AS turun 745.000 barel menjadi 531,5 juta barel dalam pekan yang berlangsung hingga 8 Mei. Ini juga menandai penurunan pertama sejak Januari. Realisasi ini jauh lebih baik dari proyeksi analis dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters, di mana rata-rata memperkirakan ada kenaikan 4,1 juta barel pada stok minyak AS. 

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Di tengah kemerosotan penggunaan bahan bakar, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga memperkirakan, permintaan minyak global pada 2020 susut 9,07 juta barel per hari. Angka ini lebih buruk daripada perkiraan kontraksi sebelumnya yakni 6,85 juta barel per hari.  Penurunan permintaan terbesar akan terjadi pada kuartal II-2020. "Permintaan (kuartal kedua) untuk minyak OPEC hanya 16,77 juta barel per hari, jauh di bawah tingkat produksi OPEC, bahkan ketika kepatuhan penuh terhadap pemotongan OPEC + dipertimbangkan," tambah ING Economics dalam memo yang diterima Reuters.

OPEC +, pengelompokan OPEC dan produsen lain termasuk Rusia, pada bulan April sepakat untuk mengurangi produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) pada bulan Mei dan Juni. Arab Saudi, pemimpin de facto OPEC, juga mengatakan akan memangkas produksinya sendiri dengan tambahan 1 juta barel per hari menjadi 7,5 juta barel per hari mulai Juni

Source : kontan.co.id

Jumat, 15 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak naik tipis setelah stok minyak AS di pekan lalu turun 745.000 barel

Posted: 13 May 2020 06:39 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak mentah merangkak naik pada hari Kamis (14/5), didukung oleh penurunan mengejutkan dari persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Tetapi penguatan harga dibatasi oleh kekhawatiran bahwa potensi gelombang kedua pandemi virus corona dapat memicu kebijakan lockdown baru dan membanting permintaan bahan bakar sekali lagi.

KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip Reuters, Kamis (14/5) pukul 08.00 WIB, harga minyak Brent kontrak pengiriman Juli 2020 di ICE Futures naik 6 sen, atau 0,2%, menjadi US$ 29,25 per barel. Serupa, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juni 2020 di Nymex naik 8 sen, atau 0,3%, menjadi US$ 25,37 per barel. Kenaikan tipis harga emas hitam ini datang setelah stok minyak mentah di AS yang sudah mengembang sejak pertengahan Januari karena turunnya permintaan bahan bakar di seluruh dunia sebagai akibat dari pandemi virus corona, mulai turun Energy Information Administration melaporkan, persediaan minyak mentah AS turun 745.000 barel menjadi 531,5 juta barel pada pekan yang berakhir 8 Mei. Hal ini menjadi angin segar setelah pelaku pasar memprediksi persediaan minyak AS naik 4,1 juta barel.

PT KONTAK PERKASA - "Stok minyak mentah komersial AS secara tak terduga turun minggu lalu, menambah bukti yang berkembang bahwa pasar minyak AS telah melewati yang terburuk," kata Capital Economics dalam sebuah catatan yang diterima Reuters. Harga telah meningkat dalam dua minggu terakhir karena beberapa negara melonggarkan pembatasan dan penguncian akibat penyebaran virus corona. Ini memberikan harapan untuk kenaikan permintaan bahan bakar lebih lanjut.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Suasana di pasar komoditas juga cukup baik setelah sejumlah produsen utama meningkatkan komitmen pemangkasan produksi guna membantu memulihkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia sepakat pada bulan April untuk mengurangi produksi mereka sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) pada bulan Mei dan Juni.

Arab Saudi, pemimpin de facto OPEC, juga mengatakan akan memangkas produksi minyaknya dengan tambahan 1 juta barel per hari menjadi 7,5 juta barel per hari mulai Juni mendatang. Di Eropa, permintaan bensin dan solar telah mulai pulih setelah sejumlah pemerintah melonggarkan pembatasan dan lalu lintas kendaraan di kota-kota besar pun mulai terlihat.  Namun, kekhawatiran atas kemungkinan gelombang kedua membebani harga karena kasus virus corona baru telah muncul di Korea Selatan dan China setelah mereka pelonggaran pembatasan.

Source : kontan.co.id

Kamis, 14 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak naik lebih 6%, Arab Saudi janji pangkas produksi

Posted: 12 May 2020 04:17 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak mentah dunia berhasil naik pada penutupan perdagangan Selasa (12/5). Arab Saudi, pemimpin OPEC akan meningkatkan pembatasan pasokan pada Juni mendatang. Sementara, anggota OPEC lainnya juga berkeinginan untuk melanjutkan kebijakan pemangkasan pasokan sesuai kesepakatan bulan April. Melansir Reuters, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menetap di level US$ 25,78 per barel, naik US$ 1,64, atau 6,8%. Sedangkan, minyak mentah Brent ditutup pada US$ 29,98 per barel, naik 35 sen, atau 1,2%.

KONTAK PERKASA FUTURES - Asal tahu, OPEC dan sekutu-sekutunya atau dikenal OPEC+, pada April lalu memutuskan untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) untuk bulan Mei dan Juni. Sebagai respon dari penurunan 30% permintaan bahan bakar di seluruh dunia akibat pandemi virus corona. Pada hari Selasa, sumber mengatakan ke Reuters bahwa OPEC dan sekutunya ingin mempertahankan penurunan 9,7 juta barel per hari setelah Juni, ketika kelompok OPEC + menggelar pertemuan berikutnya. "Mereka tidak ingin mengurangi ukuran pemotongan," salah satu sumber OPEC mengatakan kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA - Arab Saudi mengatakan pada hari Senin akan menambah pemotongan yang ada dengan mengurangi output lain 1 juta barel per hari bulan depan, memangkas total produksi menjadi 7,5 juta barel per hari, turun hampir 40% dari bulan April.Uni Emirat Arab dan Kuwait juga berkomitmen untuk memangkas total tambahan 180.000 barel per hari, menambah pengurangan yang disepakati produsen di bawah kesepakatan antara OPEC dan sekutunya. "Gagasan bahwa Saudi dan Kuwait dan UEA mengatakan bahwa mereka akan memberlakukan pemotongan yang lebih dalam daripada yang mereka sepakati pada awalnya, membantu pasar menemukan dukungan," kata Gene McGillian, wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut .

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Sementara, Kazakhstan telah memerintahkan produsen di ladang minyak besar dan menengah untuk memangkas produksi sekitar 22% pada Mei hingga Juni, sementara output dari wilayah minyak utama Rusia di Siberia barat diperkirakan turun 15% tahun ini, sejalan dengan kesepakatan OPEC + .

Source : kontan.co.id 

Rabu, 13 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga minyak ditutup melemah setelah kekhawatiran gelombang kedua corona merebak

Posted: 11 May 2020 06:20 PM PDT


PT KP PRESS - Harga minyak mentah ditutup melemah pada perdagangan Senin (11/5). Ini terjadi setelah investor khawatir tentang gelombang kedua infeksi virus corona, tetapi pengurangan produksi yang dilakukan Arab Saudi membuat kekhawatiran tentang kelebihan pasokan membuat pelemahan harga terbatas.
Mengutip Reuters, harga mentah jenis Brent kontrak pengiriman Juli 2020 di ICE Futres turun US$ 1,34, atau 4,3% ke level US$ 29,63 per barel. 

KONTAK PERKASA FUTURES - Setali tiga uang, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juni 2020 melemah 60 sen, atau 2,4%, dan membuatnya ditutup di US$ 24,14 per barel. Sepanjang tahun ini, harga minyak mendapat tekanan dari permintaan minyak global yang merosot hingga 30% karena pandemi virus corona. Wabah ini membuat terjadinya pembatasan pergerakan di seluruh dunia yang akhirnya meningkatkan inventaris global. 

PT KONTAK PERKASA - Alhasil, harga minyak berjangka telah jatuh lebih dari 55% di tahun ini. Walau begitu, harga minyak telah naik selama dua minggu terakhir, didukung oleh rebound permintaan yang moderat karena beberapa negara sudah melakukan pelonggaran pembatasan. Namun, kekhawatiran tentang gelombang kedua virus nyatanya mulai membebani masa depan minyak. Pada awal pekan ini, Jerman melaporkan bahwa infeksi virus corona baru meningkat secara eksponensial setelah langkah awal untuk pelonggaran lockdown dilakukan. Di tempat lain, Wuhan, pusat wabah di China, melaporkan ada kelompok infeksi baru sejak lockdown kota itu dicabut sebulan yang lalu.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Hal yang sama juga terjadi di Korea Selatan yang memperingatkan gelombang kedua virus itu pada hari Minggu (10/5) yang muncul dari klub malam di kawasan Itaewon. Sebelumnya, harga minyak mendapat sokongan setelah seorang pejabat kementerian energi Arab Saudi mengatakan bahwa pemerintah sudah meminta perusahaan minyak nasional, Saudi Aramco, untuk kembali memangkas produksi minyak mentahnya untuk bulan Juni sebanyak 1 juta barel per hari. "Hasil positif utama dari pemotongan tambahan ini adalah dapat menghindari penuhnya tanki penyimpanan global jika permintaan tidak meningkat seperti yang diharapkan," kata analis pasar minyak senior Rystad Energy Paola Rodriguez Masiu.

Adanya tambahan pengurangan ini di atas pakta yang sudah disepakati Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, untuk memotong produksi sekitar 10 juta barel per hari mulai 1 Mei dalam upaya untuk mendukung harga. "Ini adalah keseimbangan antara pengurangan produksi OPEC versus kekhawatiran tentang kemungkinan gelombang kedua coronavirus," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Pemerintah Kazakhtan menandatangani sebuah dekrit untuk memangkas produksi minyak mulai Mei dan seterusnya sejalan dengan kesepakatan yang disepakati bulan lalu oleh kelompok produsen OPEC+, empat sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Di Amerika Serikat, kekhawatiran bahwa negara tersebut kehabisan ruang penyimpanan minyak mengirim harga WTI ke wilayah negatif bulan lalu, mendorong beberapa produsen AS untuk mengendalikan output. Jumlah rig minyak dan gas yang beroperasi di produsen minyak terbesar di dunia turun menjadi 374 di pekan yang berakhir 8 Mei. Berdasarkan data Baker Hughes Co, ini jadi rekor terendah sejak tahun 1940. 

Source : kontan.co.id

Selasa, 12 Mei 2020

PT Kontak Perkasa Futures Bandung

PT Kontak Perkasa Futures Bandung


Harga emas Antam stagnan di level Rp 911.000 per gram pada Senin (11/5)

Posted: 10 May 2020 07:54 PM PDT


PT KP PRESS - Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan pada hari Senin (11/5).

KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 911.000. Harga emas Antam ini sama dengan harga Sabtu (11/5) lalu di Rp 911.000.

PT KONTAK PERKASA - Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga stagnan di level Rp 812.000. 

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:  
  • Harga emas 0,5 gram: Rp 480.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 911.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.375.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 8.685.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 21.605.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 43.135.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 86.200.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 215.250.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 430.300.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 860.600.000
Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Source : kontan.co.id